Kabar terkini- Cabang olahraga badminton telah lama menjadi langganan cabor yang diperlombakan dalam berbagai kompetisi terbesar dunia, termasuk Olimpiade empat tahunan yang tahun ini diadakan di Tokyo. Indonesia yang mengirimkan atletnya hanya menyisakan Ganda putri dan pemain tunggal putra.
Badminton kali ini diwarnai dengan berbagai kejutan, mulai dari yang juara satu dunia terpaksa gugur. Sebaliknya, Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu secara mengejutkan melaju dengan dramatis hingga babak final. Hari ini mereka berhadapan dengan ganda putri nomor satu dunia asal Cina, Chen Qing/Jia Yi Fan.
Sementara itu pada cabag ganda putra, Indonesia hanya menyisakan Ginting yang akan memperebutkan medali perunggu setelah kalah dari Chen Long di babak semi final.
Medali Emas Pada Olimpiade Tokyo 2020
Babak final badminton ganda putri Olimpiade Tokyo berlangsung di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Greysia/Apriyani menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15 dalam tempo 55 menit. Greysia/Apriyani menjadi ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.
Pencapaian ini merupakan pencapaian terbesar keduanya setelah hanya sampai perempat final pada olimpiade Rio 2016 silam. Prestasi yang diukir oleh pasangan tersebut juga menjadi perolehan emas pertama Indonesia pada ajang empat tahunan ini..
Sepanjang jalannya pertandingan, Greysia/Apriyani sempat kehilangan angka pertama. Namun, mereka berhasil membalikkan keadaan 2-1 usai dua drop shot Greysia jatuh ke bidang permainan lawan. Selain drop shot, Greysia/Apriyani juga pandai dalam menempatkan bola.
Hal itu ditunjukkan Greysia/Apriyani saat menambah keunggulan menjadi 5-1. Keunggulan Greysia/Apriyani terus bertambah. Dua bola panjang ganda putri China jauh ke belakang. Mereka pun menjauh 7-3. Greysia/Apriyani sempat kehilangan beberapa poin dan keunggulan mereka menyempit jadi satu poin saja pada kedudukan 8-7.
Sempat bermain dengan melakukan beberapa kesalahan, Greysia/Apriyani kehilangan tiga poin yang justru merubah kedudukan menjadi imbang 11-11, mereka masih unggul. Namun, Greysia/Apriyani segera merebut dua poin lagi dan keunggulan mereka bertambah menjadi 13-11.
Bermain dengan cepat, Chen/Jia kali ini yang banyak melakukan kesalahan, Greysia/Apriyani pun semakin di atas angin. Mereka unggul empat poin pada kedudukan 16-12. Keunggulan Greysia/Apriyani bertambah menjadi lima poin saat memasuki poin-poin kritis, yakni pada kedudukan 19-14. Ganda putri China banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga menguntungkan Greysia/Apriyani.
Setelah melalui pertarungan sengit, Greysia/Apriyani akhirnya memenangi gim pertama dengan skor 21-19. Pada awal gim kedua, sempat terjadi reli panjang sebelum diakhiri dengan smes Apriyani Rahayu. Skor 1-0 untuk Greysia/Apriyani.
Pada babak kedua, Greysia/Apriyani terus menambah keunggulan menjadi 7-2, beberapa kesalahan ganda putri China dan kecerdikan Apriyani dalam menempatkan bola menjadi sumber poin Greysia/Apriyani. Interval gim kedua akhirnya bisa dimenangi Greysia/Apriyani dengan keunggulan 11-7.
Selepas jeda, refleks Apriyani Rahayu dalam mengembalikan flick serve Chen/Jia membuat ganda putri Indonesia menambah keunggulan 12-8. Greysia/Apriyani sempat kehilangan beberapa poin, tetapi akhirnya bisa memenangi gim kedua dengan skor 21-15.
